Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 31 Maret 2011

Populasi dan sampel metodelogi penelitian


Populasi
1. definisi
·     Sejumlah besar subyek yang  mempunyai karakteristik ttt.
(Prof.Dr.Sudigdo Sastroasmoro, Sp.A(K) & Prof.Dr.Sofyan Ismael, Sp.A(K).2008.Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis.Jakarta:CV.Sagung Seto)


2. macam                                                             
·      Populasi target: populasi yg merupakan sasaran akhir penerapan hasil penelitian
·      Populasi terjangkau/sumber : bagian populasi target yang dapat d jangkau peneliti
(Prof.Dr.Sudigdo Sastroasmoro, Sp.A(K) & Prof.Dr.Sofyan Ismael, Sp.A(K).2008.Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis.Jakarta:CV.Sagung Seto)

3. penetapan populasi (definisi batas-batas populasi)
·         Pertimbangan keterkaitan  atau ketergayutan subyek dalam populasi dengan permasalahan penelitian.
Pertimbangan ini terutama menyangkut substansi atau ikhwal yang akan diteliti. Pertanyaan yang perlu dijawab dalam rangka pertimbangan tersebut ialah : apakah dengan memilih populasi yang dimaksud inti permasalahan dapat terjawab?
·         Pertimbangan yang menyangkut prosedur atau jenis penelitian yang dilakukan.
Pertimbangan ini terutama menyangkut aspek teknik metodologik, maksudnya ialah apakah variabel-variabel penelitian yang akan dimunculkan atau diukur dengan menggunakan teknik penelitian (eksperimental atau non-eksperimental) dapat diperoleh dari subyek dalam populasi yang dimaksud?
(Pratiknya, AW., 2003. ”Dasar-dasar metodologi penelitian kedokteran” Ed.1 Cet. 5. Jakarta; PT RajaGrafindo Persada)

·         Membatasi populasi
Apabila tidak dilakuakn pembatasan-pembatsan terhadap populasi, maka kesimpulan yang ditarik dan hasil penelitian tidak menggmabarkan atau mewakili seluruh populasi. Taanpa pembatasan dengan jelas anggota populasi, kita tidak memperoleh sampel yang representatif
·         Mendaftar seluruh unit yang menjadi anggota populasi
Seluruh unit yang menjadi anggota populasi dicatat secara jelas sehingga dapat diketahui unit-unit yang termasuk pada populasi dan unit mana yang tidak
·         Menentukan sampel yang akan dipilih
Dari anggota populasi diatas, kemudian dipilih anggota 2 populasi yang kan dipilh sebagai sampel. Besarnya atau banyaknya anggota yang akan dijadikan sampel memrlukan perhitungan tersendiri
·         Menentukan teknik sampling
Teknik pengambilan sampling ini sangat penting, karean apabila salah dalam menggunakan teknik sampling maka hasilnya pun akan jauh dari kebenaran. 
(Dr.Soekidjo Notoatmodjo.2005.Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:Rineka Cipta)

4. hal-hal yg perlu dipertimbangkan dalam memilih populasi
                - keterkaitan subjek populasi dengan masalah
                - jenis penelitian atau prosedur penelitian

Sample
1. fungsi
a.      Lebih murah
Dgn hanya meneliti sebagian subyek dr populasi, maka biaya yg diperlukan utk penelitian mjd jauh lebih murah dibanding dgn bila penelitian dilakukan pd seluruh populasi.
b.     Lebih mudah
Dgn hanya melakukan pengukuran pd sebagian subyek dr populasi, pelaksanaan penelitian jg mjd lbh mudah.
c.      Lebih cepat
Dgn meneliti lbh sedikit subyek, maka hasil penelitian yg diharapkan jg lbh cepat diperoleh.
d.     Lebih akurat
Dlm byk hal pemeriksaan/pengukuran thd sedikit subyek memungkinkan pemeriksaan yg lbh teliti dibandingkan dgn pemeriksaan thd seluruh populasi.
e.     Mewakili populasi
Bila dipilih dgn cara yg benar, maka sampel dpt mewakili populasi, sedangkan inferensi hasilnya dpt dilakukan dgn tingkat kesalahan yg ditetapkan.
f.       Lebih spesifik.
Dgn memilih sampel, maka dpt direkrut pasien dgn sifat tertentu, shg dpt diperoleh data pd kelompok pasien yg lbh homogen.
(Prof.Dr.Sudigdo Sastroasmoro, Sp.A(K) & Prof.Dr.Sofyan Ismael, Sp.A(K).2008.Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis.Jakarta:CV.Sagung Seto)

a.        menghemat biaya: proses pelaksanaan penelitian yang mencakup alat penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan sebagainya memerlukan biaya yang relative besar.
b.       mempercepat pelaksanaan penelitian : penelitian yang dilakukan terhadap obyek yang banyak (seluruh populasi) jelas akan memakan waktu yang lama, bila dibandingkan dengan hanya terhadap sebagian populasi saja (sampel).
c.        menghemat tenaga  : pelaksanaan penelitian yang dilakukan terhadap seluruh populasi jelas akan memerlukan tenaga yang lebih banyak bila dibandingkan dengan penelitian yang hanya dilakukan terhadap sebagian saja dari populasi tersebut.
d.       memperluas ruang lingkup penelitian : penelitian yang dilakukan terhadap seluruh obyek akan memakan waktu, tenaga, biaya dan  fasilitas – fasilitas lain yang lebih besar.
e.       memperoleh hasil yang lebih akurat :  penelitian yang dilakukan terhadap populasi jelas akan menyita sumber – sumber daya yang lebih besar, termasuk usaha – usaha analisis.
(Dr.Soekidjo Notoatmodjo.2005.Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:Rineka Cipta)

2.       macam-macam
a.        Sample yg dikehendaki : merupakan bagian populasi target yg akan diteliti secara langsung. Criteria ini meliputi subyek yg memenuhi criteria pemilihan baik inklusi maupun eksklusi.
b.       Subyek yg benar diteliti : subyek yg benar ikut serta & diteliti, merupakan bagian dr sample yang dikehendaki dikurangi dgn drop out, pasien yg kemudian menolak berpartisipasi
 (Prof.Dr.Sudigdo Sastroasmoro, Sp.A(K) & Prof.Dr.Sofyan Ismael, Sp.A(K).2008.Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Klinis.Jakarta:CV.Sagung Seto)

3.        prosedur pengambilan sample
a.        menentukan tujuan penelitian
b.       menetukan populasi penelitian
c.        menentukan jenis data
d.       menetukan teknik sampling
e.       menetukan besar sample
f.         menetukan unit data
g.        memilih sample
(Dr.Soekidjo Notoatmodjo.2005.Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:Rineka Cipta)

4.        besar sample (faktor-faktor yg mempengaruhi)
a.        keragaman populasi (memperhatikan populasi yg homogen)
b.       presisi yg dikehendaki peneliti
c.        analisis
d.       memperhatikan tenaga, waktu, dan biaya

5. syarat
                - homogen
                                - representatif
                                - tidak bias
                               
6. teknik sampling (cara memilih)
a.     Probability sampling : tiap subyek dlm populasi (terjangkau) mempunyai kesempatan (peluang) yg sama utk terpilih/tdk terpilih sbg sample penelitian. Macamnya :
v Simple random sampling : menghitung terlebih dahulu jumlah subyek dlm populasi (terjangkau) yg akan dipilih sampelnya. Kemudian tiap subyek diberi nomor & dipilih sebagian dr mereka dgn bantuan table random.
v Systematic sampling : ditentukan bahwa dr seluruh subyek yg dpt dipilih sbg sample.
v Stratified random sampling : rancangan ini dilakukan pd populasi yg heterogenitasnya diwarnai oleh adanya beberapa kelompok/kelas subyek, dgn batas yg jelas antar kelompok tsb.
v Cluster random sampling : proses pengambilan sample secara acak pd kelompok individu dlm populasi yg tjd secara alamiah.
b.     Non probability sampling : pengambilan sample yg tdk didasarkan atas kemungkinan yg dpt diperhitungkan, tetapi semata-mata hanya berdasarkan pd segi2 kepraktisan belaka. Macamnya
v  Purposive sampling : didasarkan pd suatu pertimbangan tertentu yg dibuat oleh peneliti sendiri, berdasarkan cirri/sifat2 populasi yg sdh diketahui sebelumnya.
v  Quota sampling : menetapkan sejumlah anggota sample secara quotum/jatah.
v  Accidental sampling : mengambil kasus/responden yg kebetulan ada atau tersedia.
(Dr.Soekidjo Notoatmodjo.2005.Metodologi Penelitian Kesehatan.Jakarta:Rineka Cipta)

7.  hubungan sample dan populasi
- Sampel merupakan representasi populasi yg dijadikan sumber informasi bg semua data yang diperlukan utk menjawab permasalahan penelitian yg dihadapi.
(Dr.Ahmad Watik P.2000.Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran.Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada)

Instrument penelitian
1. jenis

·   Tes
Tes adalah sederetan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengukuran, inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok

·   Kuesioner
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atu hal- hal yang ia ketahui.

• Wawancara (Interview)
Interview digunakan oleh peneliti unyuk menilai keadaan seseorang, misalnya untuk mencari data tentang variabel latar belakang murid, orang tua, pendidikan, perhatian, sikap terhadap sesuatu.

• Observasi
Didalam artian penelitian observasi adalah mengadakan pengamatan secara langsung, abservasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, ragam gambar, dan rekaman suara. Pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati.

• Skala bertingkat (ratings)
Rating atau skala bertingkat adalah suatu ukuran subyektif yang dibuat berskala. Walaupun skala bertingkat ini menghasilkan data yang kasar, tetapi cukup memberikan informasi tertentu tentang program atau orang. Intrumen ini depat dengan mudah menberikan gambaran penampilan, terutama panampilan didalam orang menjalankan tugas, yang menjukan frekuensi munculnya sifat-sifat. Didalm menyusun skala, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana menentukan variabel skala. Apa yang ditanyakan harus apa yang dapat diamati responden.

• Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal kata dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Didalam melaksanakan metode dokumentasi, penelitian menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, dan sebagainya.
(Dr. Ravik Karsidi, M.S PENGEMBANGAN INSTRUMEN DALAM PENELITIAN SOSIAL.2000)

2. fungsi
a.     sebagai alat pencatat informasi yang disampaikan oleh responden
b.    sebagai alat untuk mengorganisasi proses wawancara dan
c.     sebagai alat evaluasi terhadap hasil penelitian dari staff peneliti.
(Dr. Ravik Karsidi, M.S PENGEMBANGAN INSTRUMEN DALAM PENELITIAN SOSIAL.2000)

3. cara penyusunan kuesioner
o    Mengidentifikasi variabel-variabel penelitian
o    Menjabarkan variabel tersebut menjadi sub-variabel
o    Menderetkan diskriptor dari setiap indicator
o    Merumuskan setiap deskriptor menjadi butir-butir instrumen
o    Kisi - Kisi instrument
(Dr. Ravik Karsidi, M.S PENGEMBANGAN INSTRUMEN DALAM PENELITIAN SOSIAL.2000)

4. hubungan reliabilitas dengan valid dalam instrument penelitian
Instrumen yang reliable belum tentu valid. Misalnya meteran yang putus dibagian ujungnya, bila digunakan berkali – kali akan menghasilkan data yang sama (reliable) tetapi selalu tidak valid, karena instrument tersebut sudah rusak. Reliabilitas instrumen merupakan syarat untuk pengujian validitas instrument. Oleh karena itu, walaupun instrumen yang valid umumnya pasti reliable, tepi pengujian reliabilitas instrumen perlu dilakukan, untuk menambah keakuratan data.
(Dr. Ravik Karsidi, M.S PENGEMBANGAN INSTRUMEN DALAM PENELITIAN SOSIAL.2000)

5.bagaimanakah uji reliabilitas dan valid
a.     Dgn program komputer yg mampu menguji validitas & reliabilitas kuesioner, seperti misalnya program Statistical Product and Service Solutions (SPSS).
b.     Dgn cara manual :
Ø Utk uji reliabilitas : uji ulang (test Retest), Split test, test paralel
Ø Utk uji validitas : dgn mencocokan kuesioner dgn tujuan penelitian, dpt pula diuji sec statistik
(Dr.B.Sandjaja, MSPH & Albertus Heriyanto, M.Hum.Panduan Penelitian)

Kesalahan-kesalan yg terjadi dalam pengambilan sample
b.     Sampling error : bila kesalahan pengumpulan data yg tjd dikarenakan oleh cara pemilihan sampel yg menyebabkan sampel yg terpilih tdk dpt mewakili populasi. Sampling error biasanya sulit utk dihindari, tetapi dpt diperkecil dgn cara menambah jumlah sampel.
c.     Non error sampling : kesalahan yg tjd bukan krn pemilihan sampel.
v Non coverage bias : sampel yg terpilih tdk dpt dijangkau (misalnya karena lokasi sulit, ancaman keamanan besar)
v Non observation bias : jika sampel terpilih menolak utk dijadikan sampel atau mereka tdk dirumah shg tdk dpt diwawancarai
v Data collection error : kesalahan dlm cara mengumpulkan data (kesalahan dlm wawancara, kesalahan pencatatan, kurang teliti dlm observasi)
v Office processing error : kesalahan tjd pd saat memproses data yg sdh terkumpul
(Dr.B.Sandjaja, MSPH & Albertus Heriyanto, M.Hum.Panduan Penelitian)


Hal-hal apa saja yg berpengaruh pada representatif sample
v  Homogenitas populasi, makin homogen distribusi atau keadaan karakter subjek dlm suatu populasi maka makin mdh dicapai representativitas sample
v  Jumlah/besar sample yg dipilih, makin byk subjek yg dijadikan sampel (makin besar ukuran sample) maka makin tinggi tingkat representativitasnya
v  Banyaknya karakteristik subjek yg akan dipelajari, banyaknya karakteristik akan menurunkan tingkat representativitas sample
v  Adekuatitas teknik pemilihan sample
(Dr.Ahmad Watik P.2000.Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran.Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar